Analisa Ayakan Dan Derajat Liberasi

ANALISIS AYAKAN


Ukuran bijih yang datang dari muka penambangan biasanya berukuran antara 1200 sampai 1500 mm. Butiran logam yang terdapat dalam bijih umumnya belum terliberasi (terbebaskan) dari batuan induknya. Agar butiran emas dapat dibebaskan dari batuan induknya maka diperlukan usaha untuk memperkecil ukuran bijih. Proses untuk memperkecil bijih umumnya disebut kominusi(comminution).


Keberhasilan operasi pengolahan mineral sangat tergantung pada ukuran butir mineral mineral yang diolah, Untuk itu sebelum menentukan jenis operasi yang akan dipakai harus dilakukan pengamatan ukuran partikel mineral-mineral yang terdapat di dalam bijih dihubungkan dengan derajat liberasi mineral berharganya

Analisa Ayakan

Pada umumnya untuk menyatakan ukuran butir suatu partikel dapat dinyatakan langsung dengan menyebutkan ukurannya misal 0,5 cm atau 0,1 mm.


Penyebutan dengan cara ini menjadi sulit karena biasanya partikel mempunyai ukuran yang beragam dan sangat lebar selangnya, bahkan sering dijumpai ukuran yang satuannya mikron. Karena itu untuk memudahkan maka di dunia karakterisasi partikel terdapat satu satuan untuk menyatakan ukuran partikel yaitu disebut  'mesh' dengan simbol # yang didefinisikan sebagai jumlah lubang yang terdapat di sepanjang 1 inch di permukaan pengayak.


Dalam bahasa Inggris, dibedakan pengertian 'sieve' dan 'screen'' Istilah sieve biasanya diterapkan untuk kegiatan pengayakan dalam skala laboratorium alatnya relatif kecil dan ukuran diameter lubang pengayaknya juga relatif kecil, diameter terbesarnya adalah 125 mm. Istilah screen biasanya dipakai untuk pengayak skala industri alatnya relatif besar dan diameter lubangnyapun relatif besar. Dalam bahasa Indonesia kedua istilah ini diterjemahkan menjadi pengayakan Untuk mengelompokkan partikel ke dalam kelompok ukuran dengan selang tertentu dilakukan analisis ayak (sieve analysis).


Terdapat berbagai macam standar untuk menyatakan ukuran partikel, di antaranya :

    standar “Tyler”,
    standar 'ASTM",
    standar “canadian 8-GP-ld"
    standar “British Bs-410-62"
    standar “French AFNOR X-11-501",
    standar “German DIN 4188”, dan standar 'JIS''

Semua standar ini mengambil ukuran 200# atau 75 mm sebagai patokan dasar, faktor pengali (Akar 2) dipakai untuk memperoleh ukuran yang lebih besar, atau membagi untuk memperoleh ukuran yang lebih kecil.


Ukuran lebih besar dari   dan ini diberi simbol 170# (Tyler). Ukuran lebih kecil dari diperoleh dari     dan ini diberi simbol 250# (Tyler) demikian seterusnya. Sebagai gambaran umum pada Tabel. 1 diberikan standar Tyler, USA (ASTM), dan British.

Tabel 1. Ukuran Sieve Standar Tyler, USA (ASTM), dan British
Analisis ayak dimulai dengan menyusun pengayak sieve mulai dari ukuran lubang yang terkecil (no sieve besar) di bagian bawah, sampai ukuran lubang yang terbesar (no sieve kecil) di bagian atas (Gambar 1). Pemilihan jumlah dan nomor sieve disesuaikan dengan kebutuhan, artinya tidak selalu harus lengkap.


Kemudian percontoh yang representatif disebarkan di permukaan pengayak sieve teratas. Susunan pengayak sieve ini kemudian ditempatkan pada alat 'sieve shaker' seperti RO-TAP (Gambar 1).

Gambar 1. Ro-Tap
 Setelah digetarkan selama 10-15 menit, dari setiap pengayak sieve akan diperoleh sejumlah material yang kemudian ditimbang. Hasil penimbangan kemudian dimasukkan ke dalam tabel, untuk dianalisis (Tabel 2.).

Tabel 2. Hasil Analisis analisa sieve

DERAJAD  LIBERASI

Umumnya mineral berharga berbutir halus dan tersebar dalam matrik  (gangue mineral). Agar dapat dipisahkan mineral berharga ini harus dilepas dari ikatannya dengan gangue mineral dengan communition. Pada kenyataannya jarang diperoleh mineral berharga yang betul-betul bebas, sungguhpun bijih telah digerus sampai keukukuran butir-butir yang dikehendaki. Untuk menyatakan sampai berapa jauh mineral berharga telah bebas dari gangue mineral digunakan besaran derajad liberasi.

Derajad liberasi adalah persen mineral tertentu yang berada dalam bentuk bebas dibandingkan dengan partikel-partikel tersebut berada dalam bentuk bebas dan dalam bentuk terikat.

Salah satu object yang utama dari comminution adalah proses liberasi, atau pelepasan mineral yang berharga dari gangue mineral yang mungkin terjadi pada ukuran butir yang kasar. Jika kondisinya demikian maka akan Menghemat energi bila dibandingkan pada proses liberasi dengan ukuran produk yang halus, disamping adanya kemudahan dalam tahap operasi berikutnya.

Dalam kenyataannya jarang dicapai adanya proses liberasi yang sempurna walaupun mineral digerus hingga pada batas ukuran derajad liberasi yang diinginkan. Produk dari communition akan mengandung baik mineral yang diinginkan dan juga beberapa bagian "ganggue mineral". Untuk menentukan tahapan selanjutnya dalam proses pengolahan bahan galian, yakni tahap konsentrasi maka pemilihan proses lanjutan didasarkan pada ukuran fraksi dimana mineral terjadi liberasi sempurna. Penentuan derajad liberasi didasarkan analisa “gand counting”, yakni menghitung butir-butir fraksi dibawah mikrosokop dari hasil proses communition. Sebagai gambaran dapat dilihat ada gambaran 2 berikut ini.
Gambar 2. Bijih dilihat dengan analisa mikroskopis
Dari gambar terlihat daerah A mewakili mineral berharga sedangkan AA mewakili daerah yang kaya akan mineral berharga akan tetapi banyak berasosiasi dengan gangue mineral. Hasil dari communition menghasilkan range dengan fragmentasi, range pertama dengan proporsi mineral berharga yang tinggi sedangkan yang kedua mempunyai kadar gangue mineral yang tinggi. Untuk mengilustrasikan hal tersebut dapat dilihat dari gambar diatas, bahwa partikel no I mempunyai kandungan mineral berharga yang tinggi dan disebut konsentrat, Partikel 4 menggambarkan kondisi yang kaya akan gangue mineral yang disebut tailing. Sedangkan 2 dan 3 disebut dengan midling. Untuk menentukan derajad liberasi, dapat dilihat pembahasan berikut :

Hasil dari pengolahan galena yang dipisahkan dari mineral kuarsa didapat hasil analisa mikroskopis sebagai berikut:
Tabel 3. Hasil dari pengolahan galena
Jika SG Pbs adalah :7 dan SG Sio2 adalah:2,6 tentukan derajad liberasi dan kadar PbS untuk masing-masing fraksi.
Rumus derajad liberasi dan kadar PbS
#pengolahanbahangalian

Difinisi Dan Tujuan Pengolahan Bahan Galian

Pengolahan bahan galian (mineral dressing, mineral benification) adalah proses pemisahan mineral berharga dari gangguenya secara mekanis,menghasilkan produk yang kaya dengan mineral berharga yang disebut konsentrat dan tailing yaitu produk yang umumnya terdiri dari gangue mineral.


Konsentrate dapat dijual atau diolah lebih lanjut untuk ekstraksi metalnya, sedangkan tailing ditumpuk pada suatu tempat sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu lingkungan. Proses pemisahan semata-mata mekanis perbedaan sifat-sifat fisik dari mineral kekerasan, tekstur, warna, kilap, density, sifat permukaan mineral. sifatnya dan didasarkan pada yang akan dipisahkan seperti kemagnitan, konduktivitas dan Tidak semua bahan galian memerlukum proses pemisahan. Bahan galian industri misalnya hanya memerlukan pengolahan yang sederhana saja seperti pengecilan ukuran dan pengayakan. Bijih yang berasal dari endapan yang cukup kaya, misalnya emas aluvial atau nikel dapat langsung dilakukan proses ekstraksi tanpa melalui proses pimisahan.

Tetapi umumnya bijih berkada rendah seperti sulfida dan timah sehingga memerluan proses pemisahan.

Pengelolaan Bahan Galian
Pengolahan Bahan Galian





Tujuan Pengolahan Bahan Galian
Tujuan pengolahan bahan galian ada dua yaitu teknis dan ekonomis. Dari segi teknis pengolahan bahan galian bertujuan mengahasilkan konsentrate yang dapat dijual atau diolah lebih lanjut untuk diekstrak metalnya. Dalam hal ini produk pengelohan bahan galian harus memenuhi persyaratan teknis yang diperlukan yaitu:
  • Kandungan metal berharganya lebih besar dari minimum tertentu
  • Kandungan impuritis lebih kecil dari maximum tertentu
  • Kandungan air dibawah maximum tertentu
  • Ukuran butir lebih besar dari minimum tertentu.
Disamping itu bila bijih mengandung lebih dari satu mineral berharga akan lebih menguntungkan bila diusahakan mengambil semua mineral berharga dengan masing-masing merupakan konsentrat tertentu. Dari segi ekonomis pengolahan bahan galian bertujuan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Pada pengolahan bahan galian akan selalu ada mineral berharga yang hilang masuk dalam tailing, yang penting disini kehilangan mineral berharga tersebut harus diusahakan sekecil mungkin. Disamping itu ongkos pengolahan dapat diperkecil dengan mengolah bijih dengan kapasitas yang besar.

Bijih yang dilakukan pengolahan bahan galian akan dapat ditingkatkan kadarnya sehingga akan di dapat beberapa keuntungan, diantaranya adalah:
  1. Mengurangi ongkos transport dari tempat penambangan ke pabrik peleburan, sebab gangue mineral sudah dapat dipisahkan sewaktu pengolahan bahan galian, sehingga tidak ikut diangkut ke tempat peleburan.
  2. Mereduksi biaya peleburan, dengan naiknya kadar berarti logam semakin banyak, sehingga dalam satuan waktu tertentu logam hasil akan lebih banyak bila dibandingkan dengan kadar rendah.
  3. Mengurangi pemakaian bahan imbuhan (flux) sewaktu peleburan, sebab semakin tinggi kadar berarti gangue mineral semakin sedikit, sehingga pemakaian flux semakin sedikit.

MINERALOGI
Bijih dapat dianggap terdiri dari mineral bijih (mineral berarga) dan mineral gangue (tidak berharga). Pemisahan didasarkan pada perbedaan sifata-sifat fisik antara mineral bijih dan mineral gangue tersebut. Ditinjau dari segi pengolahan tidak ada bijih yang sama walaupun mineral yang dikandungnya sama. oleh karena itu tidak ada standart prosedur untuk pengolahan bUih. Untuk merancang suatu proses pengolahan serta urutan-urutan operasinya, pengetahuan minerlalogi dari endapan yang akan diolah penting sekali.

Demikian juga bila pabrik telah berjalan, mineralogi dari bijih yang masuk pabrik harus terus dipantau karena perubahan dari sifat-sifat fisik dari mineral dapat berakibat buruk bagi pengolahan. Variasi dari mineralogi mineral yang masuk pabrik adalah umum dan bila hal ini diketahui lebih dini maka dapat dilakukan modifikasi dari sirkuit pabrik. Pengetahuan mineralogi dari bijih yang penting adalah: macam mineral, dan komposisi, kadar metal, ukuran butir mineral berharga sifat-sifat fisik seperti : kekerasan, rapat jenis, texture, konduktivitas, sifat magnet dan sifat permukaan.



OPERASI DALAM PROSES PENGOLAHAN
Ada tiga operasi dasar pada pengolahan bahan galian, yaitu:

  1. Preparasi yaitu liberasi dan pengendalian ukuran. Hal ini diselesaikan dengan comminution (pengecilan ukuran) yang melibatkan pekerjaan peremukan dan penggerusan untuk menghasilkan produk yang mineral berharganya bebas dari ganggue mineral dan ukurannya sesuai dengan ukuran yang dikehendaki oleh alat-alat konsentrasi. Preparasi merupakan operasi proses persiapan sebelum dilakukan proses konsentrasi yaitu dengan jalan mereduksi butir atau meliberasi bijih dengan tujuan agar Sifat mineralnya lebih tampak murni/asli dan tidak terikat lagi dengan gauggue mineral. Disamping itu dalam preparasi sering dilakukan Sizing yang dapat di lakukan dengan screening maupun classifuing.  Bijih yang berupa padatan (solid ore) pada umurnnya antara mineral berharga dengan yang tak berharga saling terikat satu sama lainnya oleh sebab itu perlu dilakukan peremukan. Operasi pembebasan dari ikatan sering disebui liberation/unlocking/comminution. Bijih yang berukuran besar dimasuk kan kedalam alat peremuk (crusher) mupun ke grinder sehingga didapat “ground product” yang berukuran lehih kecil. Comminution (Crushing dan griding) biasanya dilakukan dalam tiga tahap,sebab kemampuan alat terbatas.
    • Primary crusher, umpan yang dimasukkan berukurarr 2"- 90" biasanya merupakan hasil tambang. Alat yang digunakan adalah jaw crusher dan hummer mill.
    • Secondary crusher umpan yang dimasukkan sebesar l"-3" biasanya berasal dari produk primary crushing. Alar yang digunakan adalah stam mill, roll crusher, cone crusher
  2. Konsentrasi, yaitu memisahkan mineral berharga dari gangue mineralnya. Konsentrasi didasarkan pada erbedaan sifat-sifat fisik dari mineral yang akan dipisahkan. Makin besar perbedaan sifat fisiknya akan semakin baik hasil konsentrasinya.
    • Pemisahan yang didasarkan pada perbedaan sifat fisik optik (warna dan kilap) dari mineral yang akandipisahkan disebut sorting Pemisahan yang didasarkan pada perbedaan densitynya/berat jenis dari mineral yang akan dipisahkan disebut konsentrasi gravity Pemisahan yang didasarkan pada perbedaan sifat permukaan (senang tidaknya mineral dengan udara atau air) disebut flotasi.
    • Pemisahan yang didasarkan pada perbedaan sifat magnet dari mineral yang akan dipisahkan disebut pemisahan dengan magnet , alatnya disebut magnetik separator.
    • Pemisahan yang didasarkan pada perbedaan sifat listrik (konduktivitas) dari mineral yang akan dipisatrkan disebut pemisahan pada tegangan tinggi.
  3. Material handling, meliputi pengangkutan bijih dari tambang ke pabrik pengolahan, memidahkan material dari alat yang satu ke alat yang lain, penyimpanan konsenrat serta pengangkutan penumpukan tailing Disamping tiga operasi dasar tersebut untuk pengolahan bahan galian yang dilakukan secara basah maka hasil proses konsentrasi membutuhkan pekerjaan tambahan yaitu "dewatering" yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu thickening, filtering dan drying.

Istilah Dalam Pegolahan Bahan Galian

Istilah Dalam Pegolahan Bahan Galian
Pengolahan Bahan Galian

  1. Mineral Fuel (bahan bakar) yaitu bahan galian yang dimanfaatkan sebagai sumber energi seperti batubara dan minyak bumi Bahan galian industri dimanfaatkan karena sifat fisik atau kimianya seperti kekatan, kehalusan atau keindahan.
  2. Mineral adalah benda padat an-organik yang relatif homogen, terdapat di alam secara alamiah, memiliki sifat kimia dan komposisi kimia tertentu, dan memiliki sifat fisika tertentu.
  3. Bijih adalah sekumpulan mineral yang daripadanya dapat dihasilkan satu atau lebih logam secara ekonomis sesuai dengan keadaan teknologi dan lingkungan pada saat itu.
  4. Gangue mineral adalah unsur-unsur pengotor dalam suatu bijih, yang tidak berharga,tidak diambil, dan dibuang sebagai tailing.
  5. Mesh adalah satuan ukuran butir partikel yang artinya jurnlah lubang di permukaan pengayak sepanjang I inch linier.
  6. Liberasi adalah usaha untuk membebaskan mineral berharga dari pengotornya dengan cara peremukan (crushing) dan penggerusan (grinding)'
  7. Derajat liberasi adalah jumlah berat suatu mineral berharga yang sudah bebas sempurna, biasanya dinyatakan dalam persen, dibandingkan dengan jumlah semua mineral-mineral yang terdapat di dalam bijih, baik yang sudah bebas maupun yangmasih terikat.
  8. Pengolahan bijih (mineral dressing, ore processing) adalah proses/operasi di mana bijih diolah sedemikian rupa dengan mempergunakan sifat fisikanya/kimianya sehingga menghasilkan produk yang dapat dijual (disebut konsentrat) dan produk yang tidak berharga (disebut tailing) dengan tidak mengubah sifat fisika atau sifat kimia mineral yang diolah.
  9. Perolehan (recovery) adalah besaran yang menyatakan banyaknya (dinyatakan dalam persen) mineral atau logam berharga yang dapat diambil dari suatu bijih dalam suatu operasi pengolahan bijih.
  10. Konsentrasi gravitasi adalah salah satu tahap operasi dalam pengolahan bijih yang operasinya mempergunakan sifat perbedaan densitas dari mineral-mineral yang akan dipisahkan.
  11. Konsentrasi magnetik adalah salah satu tahap operasi dalam pengolahan bijih yang operasinya mempergunakan sifat perbedaan kemagnetan dari mineral-mineral yang akan dipisahkan.
  12. Konsentrasi elektrostatik adalah salah satu tahap operasi dalam pengolahan bijih yang operasinya mempergunakan sifat perbedaan kemampuan untuk menghantarkan arus listrik dari mineral-mineral yang akan dipisahkan.
  13. Konsentrasi flotasi adalah salah satu tahap operasi dalam pengolahan bijih yang operasinya mempergunakan sifat perbedaan kemampuan dibasahi oleh air/udara dari mineral-mineral yang akan dipisahkan.
  14. Kadar merupakan perbandingan antara berat mineral atau logam tertentu terhadap berat material secara keseluruhan, dinyatakan dalam persen. 



Penggolongan Bahan Galian

Defenisi Penggolongan Bahan Galian

Pengolahan Bahan Galian (mineral dressing, mineral benification) adalah proses pemisahan mineral berharga dari gangguenya secara mekanis,menghasilkan produk yang kaya dengan mineral berharga yang disebut konsentrat dan tailing yaitu produk yang umumnya terdiri dari gangue mineral.

Dimana Konsentrate dapat dijual atau diolah lebih lanjut untuk ekstraksi metalnya, sedangkan tailing ditumpuk pada suatu tempat sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu lingkungan.

Dalam proses pemisahan semata-mata menggunakan proses mekanis berupa perbedaan sifat-sifat fisik dari mineral, berupa: kekerasan, tekstur, warna, kilap, density, sifat permukaan mineral. Perbedaan sifat tersebut akan dipisahkan seperti kemagnitan dan konduktivitasnya.

Tidak semua bahan galian memerlukum proses pemisahan. Bahan galian industri misalnya hanya memerlukan pengolahan yang sederhana saja seperti pengecilan ukuran dan pengayakan. Bijih yang berasal dari endapan yang cukup kaya, misalnya emas aluvial atau nikel dapat langsung dilakukan proses ekstraksi tanpa melalui proses pimisahan.

Tujuan Pengolahan Bahan Galian ada dua yaitu teknis dan ekonomis.

Dari segi teknis pengolahan bahan galian bertujuan mengahasilkan konsentrate yang dapat dijual atau diolah lebih lanjut untuk diekstrak metalnya. Dalam hal ini produk pengelohan bahan galian harus memenuhi persyaratan teknis yang diperlukan yaitu:
  1. Kandungan metal berharganya lebih besar dari minimum tertentu
  2. Kandungan impuritis lebih kecil dari maximum tertentu
  3. Kandungan air dibawah maximum tertentu
  4. Ukuran butir lebih besar dari minimum tertentu.
Dari segi ekonomis pengolahan bahan galian bertujuan mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Pada pengolahan bahan galian akan selalu ada mineral berharga yang hilang masuk dalam tailing, yang penting disini kehilangan mineral berharga tersebut harus diusahakan sekecil mungkin. Disamping itu ongkos pengolahan dapat diperkecil dengan mengolah bijih dengan kapasitas yang besar.

Bijih yang dilakukan pengolahan bahan galian akan dapat ditingkatkan kadarnya sehingga akan di dapat beberapa keuntungan, diantaranya adalah:
  1. Mengurangi ongkos transport dari tempat penambangan ke pabrik peleburan, sebab gangue mineral sudah dapat dipisahkan sewaktu pengolahan bahan galian, sehingga tidak ikut diangkut ke tempat peleburan
  2. Mereduksi biaya peleburan, dengan naiknya kadar berarti logam semakin banyak, sehingga dalam satuan waktu tertentu logam hasil akan lebih banyak bila dibandingkan dengan kadar rendah
  3. Mengurangi pemakaian bahan imbuhan (flux) sewaktu peleburan, sebab semakin tinggi kadar berarti gangue mineral semakin sedikit, sehingga pemakaian flux semakin sedikit.

SISTEM OPERASI DALAM PROSES PENGOLAHAN

Ada tiga sistem operasi dasar pada pengolahan bahan galian, yaitu:
  1. Preparasi yaitu liberasi dan pengendalian ukuran. Hal ini diselesaikan dengan comminution (pengecilan ukuran) yang melibatkan pekerjaan peremukan dan penggerusan untuk menghasilkan produk yang mineral berharganya bebas dari ganggue mineral dan ukurannya sesuai dengan ukuran yang dikehendaki oleh alat-alat konsentrasi. Preparasi merupakan operasi proses persiapan sebelum dilakukan proses konsentrasi yaitu dengan jalan mereduksi butir atau meliberasi bijih dengan tujuan agar Sifat mineralnya lebih tampak murni/asli dan tidak terikat lagi dengan gauggue mineral. Disamping itu dalam preparasi sering dilakukan Sizing yang dapat di lakukan dengan screening maupun classifuing.  Bijih yang berupa padatan (solid ore) pada umurnnya antara mineral berharga dengan yang tak berharga saling terikat satu sama lainnya oleh sebab itu perlu dilakukan peremukan. Operasi pembebasan dari ikatan sering disebui liberation/unlocking/comminution. Bijih yang berukuran besar dimasuk kan kedalam alat peremuk (crusher) mupun ke grinder sehingga didapat “ground product” yang berukuran lehih kecil. Comminution (Crushing dan griding) biasanya dilakukan dalam tiga tahap,sebab kemampuan alat terbatas.
    • Primary crusher, umpan yang dimasukkan berukuran 2"- 90" biasanya merupakan hasil tambang. Alat yang digunakan adalah jaw crusher dan hummer mill.
    • Secondary crusher umpan yang dimasukkan sebesar l"-3" biasanya berasal dari produk primary crushing. Alar yang digunakan adalah stam mill, roll crusher, cone crusher

  2. Konsentrasi, yaitu memisahkan mineral berharga dari gangue mineralnya. Konsentrasi didasarkan pada erbedaan sifat-sifat fisik dari mineral yang akan dipisahkan. Makin besar perbedaan sifat fisiknya akan semakin baik hasil konsentrasinya. 
    • Pemisahan yang didasarkan pada perbedaan sifat fisik optik (warna dan kilap) dari mineral yang akandipisahkan disebut sorting Pemisahan yang didasarkan pada perbedaan densitynya/berat jenis dari mineral yang akan dipisahkan disebut konsentrasi gravity Pemisahan yang didasarkan pada perbedaan sifat permukaan (senang tidaknya mineral dengan udara atau air) disebut flotasi.
    • Pemisahan yang didasarkan pada perbedaan sifat magnet dari mineral yang akan dipisahkan disebut pemisahan dengan magnet , alatnya disebut magnetik separator.
    • Pemisahan yang didasarkan pada perbedaan sifat listrik (konduktivitas) dari mineral yang akan dipisatrkan disebut pemisahan pada tegangan tinggi.

  3. Material handling, meliputi pengangkutan bijih dari tambang ke pabrik pengolahan, memidahkan material dari alat yang satu ke alat yang lain, penyimpanan konsenrat serta pengangkutan penumpukan tailing Disamping tiga operasi dasar tersebut untuk pengolahan bahan galian yang dilakukan secara basah maka hasil proses konsentrasi membutuhkan pekerjaan tambahan yaitu "dewatering" yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu thickening, filtering dan drying.
PENGGOLONGAN BAHAN GALIAN
Berdasarkan kepentingan industri dan pemanfaatanya, bahan galian dapat dibedakan atas:
Mineral bijih (ore), sekumpulan mineral logam yang. Secara ekonomis memiliki nilai dan manfaat cukup menguntungkan untuk diekstraksi satu atau lebih metalnya. Berdasarkan komposisi alamiahnya dari mineral bijih, diklasifikasikan sebagai berikut:
  • Bijih native, metal dalam bijih berada dalam bennft unsur seperti emas (Au) dan tembaga (Cu)
  • Bijih sulfida, mineral bijih berkomposisi sulfida seperti chalcopirit (cuFeS2), galena (pbs), spalerite (ZnS), calcocite (Cu2S), Pyite (FeS2), Gypsum (Ca SOa) dll
  • Bijih Oksida , mineral bryih berkomposisi oksida karbonat sulfat, atau silikat, contoh Hematite (Fe2o3), cassiterite (sno2),magnetite dll.
  • Bijih kompleks, bijih yang mengandung lebih dari satu mineral berarga, misalnya buih sulfat yang mengandung galena chalcopirite dan sphalerite disebut bijih kompreks sulfida pb,Cu, Zn.

Back To Top